Pintu-pintu gerbang perjalanan menuju jenjang berikutnya kini sedang terbuka. Setiap sudut ruangan di kampus ini masih saja menunjukkan kesibukan. Meski ruang parkir jauh lebih lapang dari hari biasa. Satu per satu mereka melewati titik penentuan nasib. Meski tak semua nasib ditentukan di sana.
Pertanyaan-pertanyaan yang meluncur lebih mirip dengan 'ujian' memaksa pikiran melayang hingga ingatan pada masa awal perkuliahan. Permulaan yang bisa dibilang agak tak sadar akan tindakan yang dilakukan, mungkin. Terbukti tak sedikit yang tak berhasil menghadirkan kembali memori di ruang sidang.
Bukan hal mudah memang, untuk menjadi 'yang tidak biasa' apalagi di bulan juli. Namun tak mustahil untuk diperjuangkan. Sebuah mimpi hanya angan-angan jika tak dituliskan. Minimal, dituliskan..selanjutnya tentu saja diwujudkan. Tiga bulan, bukti itu akan hadir. Apakah 'semua' akan hanya sebuah angan-angan atau menjadi mimpi yang menjelma menjadi kenyataan.
wallahu'alam bishowab.
Pertanyaan-pertanyaan yang meluncur lebih mirip dengan 'ujian' memaksa pikiran melayang hingga ingatan pada masa awal perkuliahan. Permulaan yang bisa dibilang agak tak sadar akan tindakan yang dilakukan, mungkin. Terbukti tak sedikit yang tak berhasil menghadirkan kembali memori di ruang sidang.
Bukan hal mudah memang, untuk menjadi 'yang tidak biasa' apalagi di bulan juli. Namun tak mustahil untuk diperjuangkan. Sebuah mimpi hanya angan-angan jika tak dituliskan. Minimal, dituliskan..selanjutnya tentu saja diwujudkan. Tiga bulan, bukti itu akan hadir. Apakah 'semua' akan hanya sebuah angan-angan atau menjadi mimpi yang menjelma menjadi kenyataan.
wallahu'alam bishowab.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home